Kompetensi

Standar nasional pendidikan teknik biomedis disusun dengan mengacu pada Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik indonesia No. 44 Tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi. Peraturan tersebut salah satunya mengatur tentang Standar Nasional Pendidikan, yang merupakan kriteria minimal tentang pembelajaran pada jenjang pendidikan tinggi di perguruan tinggi di seluruh wilayah
hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. Selain itu, penyusunan standar pendidikan ini juga mengacu Peraturan Presiden Republik Indonesia nomor 8 tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). KKNI adalah kerangka penjenjangan kualifikasi kompetensi yang dapat menyandingkan, menyetarakan, dan mengintegrasikan antara bidang pendidikan dan bidang pelatihan kerja serta pengalaman kerja dalam rangka pemberian pengakuan kompetensi kerja sesuai dengan struktur pekerjaan di berbagai sektor. Lulusan PSSTB dapat bekerja di 36 berbagai institusi pemerintah dan swasta meliputi rumah sakit, industri alat kesehatan, laboratorium klinik, institusi pendidikan, dan pusat riset.
Standar kompetensi lulusan merupakan kriteria minimal tentang kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang dinyatakan dalam rumusan capaian pembelajaran lulusan. Lulusan PSSTB memiliki kompetensi dapat:
• merancang dan mengembangkan alat dan teknologi kesehatan
• menjadi pendidik di bidang teknik biomedis
• meneliti material, alat dan teknologi kesehatan
• mengelola dan menjalankan peralatan dan teknologi kesehatan
• berwirausaha dalam bisnis alat dan teknologi kesehatan
Selain itu, lulusan PSSTB juga harus memiliki kompetensi lain yaitu:
(1) kompetensi utama merupakan perangkat kemampuan yang mutlak diperlukan oleh lulusan program studi. Kemampuan ini merupakan esensi
yang khas dan sekaligus wajib dimiliki tenaga ahli dalam bidang teknik biomedis untuk jenjang Sarjana.
(2) kompetensi pendukung merupakan perangkat kemampuan yang berfungsi untuk meningkatkan kemantapan pelaksanaan layanan ahli sesuai dengan jenis dan kewenangannya. Penguasaan kemampuan ini mengukuhkan penguasaan kemampuan utama.
(3) kompetensi lain merupakan kemampuan tambahan yang sebaiknya dimiliki oleh lulusan untuk melengkapi kompetensi utama, seperti kemampuan
berkomunikasi dalam bahasa asing, kemampuan berwirausaha, dan etika profesi.


Chat Bot