Prestasi Mahasiswa

Mathematical Analysis and Geometry Day (MaG-D) XI 2018

24 Juli 2018

disalin dari laman KMTETI
🏆[TETI CHAMPIONS]🏆 TETI-ku menang lagi👊👊 Selamat kepada teman kita Dani Natanael (TE'15 ) yang telah meraih medali Perunggu kategori Individu dan Juara 3 Kategori Tim dalam Mathematical Analysis and Geometry Day (MaG-D) XI 2018 yang dilaksanakan oleh KK Analisis dan Geometri FMIPA-ITB pada 20-21 April 2018. Semoga dengan kemenangan ini, dapat memberikan semangat bagi yang lain untuk terus mengharumkan nama DTETI😉😉 TETI, SATU !!! #tetichampions #tetisatu

Lihat selengkapnya

C-Compiler Competition 2018

24 Juli 2018

disalin dari laman KMTETI

🏆[TETI CHAMPIONS]🏆 TETI-ku menang lagi👊👊 Selamat kepada teman-teman TETI yang telah meraih juara Pertama Apps Innovation - Raufi Mussadiq (TI'15) - Dana Setyaji (TI'15) - Axellageraldinc (TI'15) Kedua Apps Innovation - Nanda Brillianto (TI'15) - Muhammad Edward C (TI'15) - Hafizh A.M (TI'15) Ketiga Apps Innovation -Muhammad Ashil A. (TI'15) -Nuwas Dzarrin T. (TI'15) -Hikmawan A. (TI'15) Pertama Business IT Plan - Hibatul Ghazi (TE'16) - Ratna Fitri (TI'17) Kedua Business IT Plan - Aszanil Aflah (TI'16) - Hanif Nur Candra (TI'16) Ketiga Capture the Flag - Nizar Akbar Meilani (TI'14) - Maulid Ihsan (TI'16) dalam C-Compiler Competition 2018 yang dilaksanakan oleh Departmen Ilmu Komputer dan Elektronika Instrumental pada 21 April 2018. Semoga dengan kemenangan ini, dapat memberikan semangat bagi yang lain untuk terus mengharumkan nama DTETI😉😉 TETI, SATU !!! #tetichampions #tetisatu

Lihat selengkapnya

KRI Regional-3 Semarang 2018

24 Juli 2018

disalin dari laman KMTETI

🏆[TETI CHAMPIONS]🏆 TETI-ku menang lagi!!🎉🎉 Selamat kepada tim GMRT UGM atas prestasinya dalam KRI Regional-3 Semarang yang dilaksanakan pada 16-18 April 2018, khususnya kepada teman-teman TETI yang tergabung dalam tim: 1.Tim Heroes - 1st Place on KRAI (Robot Besar ABU) - Best Strategy 2. Tim Al-Fatih - 2nd Place KRPAI (Robot Pemadam Api) - Best Strategy 3. Tim Fukuro - 3rd Place on KRSBI (Robot Sepak Bola Beroda) - Best Strategy 4. Tim Alfan - 3rd Place on KRSTI (Robot Tari) Terus berprestasi dan membawa kebanggaan bagi almamater! 😉 TETI, SATU !!! ☝️ #tetichampions #tetisatu

Lihat selengkapnya

Kompetisi Startup Digital 2018

24 Juli 2018

disalin dari laman KMTETI

🏆[TETI CHAMPIONS]🏆 TETI-ku menang lagi lagi lagi!🙌🙌 Selamat kepada teman-teman DTETI yang telah meraih juara Pertama : - Wisnu Kurniawan ( TI'16 ) - Yazid Dunda ( TI'16 ) - M. Abdurrachman Fairuz ( TE'16 ) Dan ketiga : - Hera Prasetia ( TI'15 ) - Adinda Gadis DS ( TI'15 ) - Ghiant Masua Khols ( TI'16 ) dalam Kompetisi Startup Digital 2018 pada acara One Week With Informatic (OWWI), dari Himpunan Mahasiswa Informatika STTA😊😊 Semoga dengan kemenangan ini, dapat memberikan semangat bagi yang lain untuk terus mengharumkan nama DTETI😉😉 TETI, SATU !!! #tetichampions #tetisatu

 

Lihat selengkapnya

Trinity Robot Competition 2018

24 Juli 2018

disalin dari laman KMTETI

🏆[TETI CHAMPIONS]🏆 TETI-ku menang lagi!!🎉🎉 Selamat kepada tim KRPAI GMRT UGM telah mengharumkan nama Indonesia dalam ajang Trinity Robot Competition yang dilaksanakan pada 7-8 April di US, dan berhasil menyabet Gold medal dan juga Silver medal! Selamat khususnya kepada Adien Gumilang (TE 15) yang telah membawa nama DTETI ke kancah internasional! TETI, SATU !!! #tetichampions #tetisatu

Lihat selengkapnya

CHIuXID 2018 HACKSPRINT

24 Juli 2018

disalin dari laman KMTETI

🏆[TETI CHAMPIONS]🏆 TETI-ku menang lagi!!🎉🎉 Selamat kepada teman-teman kita yang telah menjuarai : 1st place CHIuXID 2018 HACKSPRINT : -Hibatul Ghazi -Maulid Ihsan -Aditya Laksana S 2nd place CHIuXID 2018 HACKSPRINT : -Steven Amadeus -Aliefa Fadhila -Ghiant Masua Khols 3rd place CHIuXID 2018 HACKSPRINT : -Nanda Brilianto -Aszanil Aflah -Wina Hafidh 2nd Winner and Best Poster Presentation at Indonesia chem-e-car Competition 2018: -Khoirul Khabibi -M.Gafur Sidiq beserta Tim. Semoga kemenangan mereka dapat memacu kita semua untuk turut berprestasi dan menjunjung tinggi nama DTETI💪 TETI, SATU !!! #tetichampions #tetisatu

Lihat selengkapnya

Shell Eco-marathon Drivers’ World Championship 2018

24 Juli 2018

disalin dari laman KMTETI

🏆[TETI CHAMPIONS]🏆 TETI-ku menang lagi!!🎉🎉 Selamat kepada Tim Semar Urban UGM yang telah meraih juara 1 pada Shell Eco-marathon Drivers’ World Championship - Regional Asia 2018 di Singapura, Minggu (11/3) dan terutama kami ucapkan kebanggaan kami pada : 1. Bagas Sabda Teknik Elektro 16 2. Vico Satriani Teknik Elektro 15 3. William Mursyida Teknik Elektro 14 Semoga kemenangan mereka dapat memacu kita semua untuk turut berprestasi dan menjunjung tinggi nama DTETI. TETI, SATU !!! #tetichampions #tetisatu

Lihat selengkapnya

4th International Young Inventor Award 2017

02 Maret 2018

International Young Inventor Award adalah sebuah ajang pemberian penghargaan kepada para inventor muda dari berbagai negara di Asia seperti Indonesia, China, Taiwan, Thailand, Malaysia, Singapore, India, Sri Lanka hingga Iran, Suriah, dan berbagai negara timur tengah lainnya. Para kontingen dari berbagai negara membawa karya yang pernah mereka menangkan dalam suatu ajang tertentu untuk kemudian dipresentasikan kepada dewan juri dan dinilai.

Tim dari berbagai negara dengan jumlah total 800 tim mendirikan stand di dalam gedung utama Universitas Mercu Buana. Konsep acara adalah pameran dan presentasi. Di dalam stand kami menampilkan poster dan prototipe alat yang telah jadi, serta menjelaskan kepada para pengunjung yang datang kepada stand kami.

Dalam ajang ini, tim kami mempresentasikan hasil pengembangan dari prototipe SWARATANDUR V1.0 yang telah dimenangkan di ajang Hack a Farm Innovation Camp pada 2016 lalu. Hasil pengembangan kami beri nama SWARATANDUR V2.0, dengan ukuran yang lebih kompak, sensor yang lebih lengkap serta packaging yang lebih rapih dari sebelumnya.

Setelah mempresentasikan karya tersebut kepada dewan juri, tim memperoleh predikat gold medal, bersama beberapa tim lain, baik dari dalam maupun mancanegara. Dalam ajang yang merupakan pemberian penghargaan ini, setiap tim pasti akan memperoleh penghargaan  sesuai dengan nilai guna karya mereka dan kecakapan mereka dalam mempresentasikan karya. Predikat tertinggi adalah gold medal, yang kemudian disusul silver medal dan bronze medal.

Lihat selengkapnya

Hack a Farm Innovation Camp 2016

02 Maret 2018

Hack a Farm Innovation Camp 2016 adalah sebuah ajang kompetisi yang diadakan oleh Assistant Cultural Affairs Atache, U.S. Embassy yang bekerja sama dengan berbagai perkumpulan dan perusahaan yang bergerak di bidang agricultural. Lomba tersebut memiliki tujuan utama menumbuhkan rasa kepedulian dan empati terhadap berbagai permasalahan Indonesia di sector pertanian. Pada kesempatan tersebut tim kami berhasil meraih juara kedua.

Beberapa masalah yang diangkat antara lain adalah panjangnya rantai penjualan hasil pertanian dari petani menuju konsumen, yang harus melalui tengkulak satu, tengkulak dua dan seterusnya. Selain itu ada juga keprihatinan para agricultural enthusiast yang menilai bahwa generasi muda Indonesia saat ini cenderung menghindar untuk menjadi petani, padahal dari petani lah negara hidup.

Di sinilah letak keistimewaan ajang Hack a Farm tersebut. Tidak hanya mengadakan kompetisi dan pemberian penghargaan tanpa ada follow up sebagaimana perlombaan lainnya, dalam ajang Hack A Farm ini para peserta juga dibekali dengan kuliah selama kurang lebih dua jam dalam sehari, selama tiga hari. Kuliah mengangkat tema permasalahan di dunia pertanian, yang disampaikan oleh para pengusaha, pendiri start-up, dan perkumpulan yang bergerak dibidang pertanian.

Selama tiga hari peserta juga menjalani live-in, atau tinggal bersama para penduduk sekitar desa Balangan, Minggir, Sleman, Yogyakarta yang notabenenya adalah para petani. Dengan tinggal selama beberapa hari dengan mereka, peserta dapat lebih menggali ilmu tentang tantangan yang petani hadapi selama menjadi petani.

Dari kuliah dan live-in dengan para petani itulah kemudian para peserta diminta untuk membuat sebuah inovasi berbasis teknologi yang sekiranya dapat menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh para petani.

Tim kami, TEKNOTANI, yang diperkuat 2 mahasiswa dari DTETI, yaitu Lintang Kusumandaru (TE 2015) dan Tirta Inovan (TE 2015) mengambil sebuah latar belakang permasalahan yang sering terjadi, yaitu tidak menentunya cuaca karena perubahan iklim dunia dan ganasnya serangan hama tikus dan wereng yang sulit untuk diberantas.

SWARATANDUR V1.0 adalah alat yang berhasil kami rancang dalam perlombaan ini. Berbasis Arduino Uno, alat ini dilengkapi dengan berbagai sensor seperti sensor cahaya, getaran, kelembaban, dan sebagainya untuk mengukur parameter – parameter lahan dan lingkungan sekitar lahan. Alat juga dilengkapi dengan GSM Module 900, sehingga dapat memberikan informasi kondisi lahan kepada petani dalam bentuk SMS. Selain itu SWARATANDUR V1.0 juga dilengkapi dengan sensor ultrasound untuk membangkitkan gelombang akustik berfrekuensi tinggi ( diatas 20 khz ) sebagai pengusir hama tikus.

Selamat atas prestasi tersebut!

Lihat selengkapnya

3 Mahasiswa DTETI sukses mengikuti Blibli Future Program

01 Maret 2018

Blibli future progam adalah bentuk dedikasi PT Global Digital Niaga Blibli.com dalam membangun masa depan. Program yang dilaksanakan selama 3 semester (1,5 tahun) ini didedikasikan tidak hanya untuk meningkatkan kemampuan teknis namun juga kepemimpinan dan pengembangan diri. Blibli juga memberikan kesempatan peserta untuk mengikuti proses bisnis di industri e-commerce. Tidak lupa sebagai bonus, peserta akan mendapatkan beasiswa setiap bulannya. 3 Mahasiswa DTETI beruntung mendapatkan kesempatan mengikuti program tersebut, mereka adalah Adhika Setya Pramudita (TI 2014), Elisabeth Diana Kartika Sugiarto (TI 2014), dan Fransiskus Anindita Kristiawan (TI 2014) yang sejak Agustus 2016 sampai dengan Februari 2018 mereka mengikuti rangkaian program yang dilaksanakan oleh PT Global Digital Niaga Blibli.com tersebut.

Selama 3 semester, terdapat 3 fase yang harus dilewati oleh para peserta. Pada setiap fasenya, peserta diberikan ilmu soft skill dan hard skill selama kurang lebih 2 minggu di masa libur kuliah, lalu diberi project yang harus dikerjakan selama sisa waktu dalam 1 semester. Selama pengerjaan project, peserta akan dibimbing oleh mentor yang berpengalaman.

Fase 1 (Semester 5)

Fase pertama dalam program ini mencakup semua materi dasar yang terdiri dari kemampuan teknis: java, html, css, javascript, scrum, SDLC dan Design Pattern. kemampuan non teknis: 7 Habbit of Highly Efficient People (habbit 1, 2, dan 3). Project pada fase ini memperdalam pengetahuan mengenai dasar pembuatan website sederhana dan komponen-komponen penyusunnya.

Fase 2 (Semester 6)

Fase kedua dalam program ini mencakup pendalaman dan pengembangan atas materi-materi dasar pengembangan aplikasi web yang sudah didapatkan di fase sebelumnya yang terdiri dari kemampuan teknis: Aspect Oriented Programming with Spring MVC, Git, Framework for Front-end development, dan Unit Test. Serta kemampuan non teknis: 7 Habbit of Highly Efficient People (habbit 4,5). Project pada fase ini memperdalam kemampuan dalam pengembangan Aplikasi Web yang berbasis framework Spring/Springboot serta front-end framework seperti AngularJS

Fase 3 (Semester 7)

Fase ke 3 dalam program ini mencakup kemampuan teknis: pemahaman mengenai UX, Automated Testing, Continuous Integration, Android Develoment. Serta kemampuan non teknis: 7 Habbit of Highly Efficient People (habbit 6,7). Project pada fase ini difokuskan untuk memperbaiki performa dan tampilan project pada fase 2, termasuk menambahkan Automated Testing dan menerapkan , Continuous Integration.

Setiap fase diakhiri dengan ujian pemahaman dan evaluasi project. Peserta yang berhasil lolos melewati 3 fase program ini, dapat langsung menjadi bagian dari Bliblioneers.

Selain pengumuman kelulusan, rewards akan diberikan kepada peserta dengan 2 kategori kemampuan teknis:  performa terbaik, peningkatan kemampuan terbaik, dan 6 kategori kemampuan non teknis: risk taking, excellence, serving, encourage growth and innovation, passionate & proud, customer focus, team work.

Selamat kepada 3 mahasiswa DTETI yang berhasil memperoleh kesempatan tersebut, semoga pengalaman yang diperoleh bermanfaat bagi pengembangan diri di masa yang akan datang.

Lihat selengkapnya

Tim "LJ" DTETI FT UGM Meraih Juara Pertama Dalam Acara Hackathon Arkavida 2018 di ITB

27 Februari 2018

Persiapan selama berbulan-bulan akhirnya berbuah hasil. Tim LJ yang digawangi oleh Axellageraldinc Adryamarthanino (TI 2015), Farras Aulia Muhammad (TI 2015), Raufi Mussadiq (TI 2015) berhasil meraih juara pertama dalam ajang Hackathon Arkavidia Informatics & IT Festival 4.0 yang diselenggarakan  di Institut Teknologi Bandung pada tanggal 9 sampai 10 Februari 2018 silam. Arkavidia Informatics & IT Festival merupakan serangkaian acara IT skala nasional yang selalu mengangkat topik atau isu mengenai perkembangan IT terkini dan dengan harapan dapat memberikan dampak yang positif untuk Indonesia.

Acara ini diselenggarakan untuk mahasiswa seluruh Indonesia oleh Program Studi Teknik Informatika, Program Studi Sistem dan Teknologi Informasi, serta Himpunan Mahasiswa Informatika ITB. Acara Arkavidia ini memiliki berbagai cabang lomba yakni: Technovation, Hackavidia, Programming Contest, dan Capture the Flag. Selain itu juga diselenggarakan Expo dan Seminar. Aplikasi yang dikembangkan oleh Tim LJ adalah sebuah keyboard yang dapat membantu para pemilik online shop dalam menerima order dengan fitur-fitur seperti template chat dan check ongkir tanpa harus ke situs kurir.

Untuk menjadi finalis dalam kompetisi ini Tim LJ harus terlebih dahulu mengumpulkan proposal hingga akhirnya lolos seleksi untuk menjalani Hackathon. Tiap tim diberi waktu 24 jam untuk mengembangkan aplikasi sesuai dengan proposal yang sudah lolos seleksi. Setelah itu tiap tim diberi waktu untuk mempresentasikan aplikasi yang sudah dikembangkan. Pemenang dari Hackathon ini berturut-turut adalah Tim LJ dari Universitas Gadjah Mada, Tim dari Universitas Padjadjaran, dan CPDahuluHackathonKemudian dari Universitas Binus.

Lihat selengkapnya

Universitas Gajah Mada memenangkan ajang lomba Industri Kreatif 2017

20 Februari 2018

Bidang industri kreatif saat ini khususnya di Indonesia merupakan industri yang sedang mengalami perkembangan dengan pesat. Industri kreatif merupakan Industri yang berasal dari pemanfaatan kreatifitas, ketrampilan serta bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan dengan menghasilkan dan mengeksploitasi daya kreasi dan daya cipta individu tersebut. Fakultas Teknik Universitas Brawijaya mengadakan Engineering week Lomba Karya Tulis Ilmiah se-Nasional dalam menumbuhkan ide-ide baru dari mahasiswa untuk ikut serta dalam pembangunan nasional melalui industri kreatif serta mengembangkan potensi intelektual dan pola pikir yang kritis terhadap situasi dan permasalahan yang ada.

Kompetisi ini diikuti oleh berbagai universitas di Indonesia dengan membuat karya tulis ilmiah yang selanjutnya memasuki tahap final untuk mempresentasikan gagasannya di depan dewan juri. Moh. Nur Fauzan (Teknik Elektro), Syahirul Alim Ritonga (Teknik Mesin), M. Aisya Fatima Sampurno (Teknik mesin), dan di bawah bimbingan langsung oleh Dr.Eng. Herianto S.T.,M.Eng., mewakili Universitas Gadjah Mada dalam ajang kompetisi ini. Presentasi dilakukan pada tanggal 12 Mei 2017 di Fakultas Teknik Universitas Brawijaya.

Fauzan dan tim mengusung inovasi untuk membuat 3d Tector sebuah teknologi yang dapat mendeteksi putus dan tersumbatnya filamen fiber pada saat proses cetak berlangsung dimana hal ini merupaakan permasalahan inti 3d printing di Indonesia.

Sistem kerjanya yakni dengan mendeteksi keberlanjutan penambahan filamen bahan baku 3D printer. Bila kerusakan terdeteksi maka sistem otomatis mesin akan berhenti dan memberikan sinyal peringatan kepada operator berupa SMS atau telepon. Hal ini akan menghindarkan produsen dari kesalahan produksi akibat filamen terputus dan meningkatkan efisiensi waktu produktivitas.

Pada hari yang sama, tanggal 12 Mei 2017 dilakukan penutupan diikuti pengumuman pemenang lomba. Universitas Gadjah Mada menerima hasil yang cukup memuaskan, Syahirul dan tim berhasil memperoleh Juara 1 pada ajang lomba ini.

Tidak hanya memberikan tantangan bagi mahasiswa untuk mengaktualisasikan potensinya dalam penulisan karya ilmiah (konseptual) maupun kreatifitasnya (konseptual dan aktualitas/produk yang diwujudkan sesuai konsep. Ajang ini juga mernotivasi mahasiswa agar mampu menyampaikan aspirasi dan pendapat mereka tentang isu-isu strategis dibidang industri kreatif.

(disalin dari: http://ft.ugm.ac.id/universitas-gajah-mada-memenangkan-ajang-lomba-industri-kreatif/)

Lihat selengkapnya

Prestasi Mahasiswa DTETI di ajang ARTechno 2017

20 Februari 2018

Artechno merupakan salah satu ajang kompetisi tahunan dibidang computer science dan information technology yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Komputer Dan Teknologi Informasi (Fasilkom-TI) Universitas Sumatera Utara yang merupakan salah satu program kemahasiswaan wakil rektor 1 USU di bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Kealumnian. Pada tahun ini Artechno diselenggarakan berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, dengan meningkatkan skala kompetisi bertaraf nasional. Artechno 2017 diselenggarakan selama 3 hari berturut turut dimulai dari tanggal 10 -12 Oktober 2017.

Kompetisi yang diselenggarakan yaitu kompetisi Programming, UX Design, Bisnis TIK serta Software Development. Peserta yang ikut kompetisi Artechno berjumlah sekitar 200 peserta yang berasal dari berbagai universitas di seluruh Indonesia yaitu STMIK Mikroskill, Universitas Potensi Utama, Universitas Sumatera Utara (USU), Institut Teknologi Del, Universitas Sam Ratulangi, Universitas Lampung, Universitas Tanjungpura Kalimantan, Institut Teknologi Bandung, Politeknik Caltex Riau, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, STIKI Malang, Universitas Syiah Kuala, Politeknik Negeri Medan, STMIK Time, Universitas Diponegoro, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta, Universitas Brawijaya, Universitas Telkom Bandung, STMIK Budidarma Medan, Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Pertanian Bogor.

Pada ARTechno tahun ini tim UGM yaitu tim IF Society (Fauzi Atsalatsa (TI 14), Dewa Ayu Putu Nadya H (TI 14), Muhammad Adib Yusrul Muna (TI 14)) membuat sebuah aplikasi yaitu Amata. Amata adalah konsep re-design untuk informasi akademik kampus dengan memberikan fitur kegiatan akademik yaitu notifikasi seputar jadwal kelas, kehadiran dosen, portal integrated FO Online dan Live Queue, pegumuman kegiatan akademik, dan push notification based on preference. Selain itu, Amata juga memberikan kemudahan dengan memberikan fitur fasilitas kampus meliputi lahan parkir, Wifi Locations, perpustakaan, transportasi kampus, dan laboratorium.

Pada ARTechno 2017 ini tim UGM berhasil mendapatkan juara 1 pada bidang UX Design. Selamat!

Lihat selengkapnya

Juara III di ajang BCA Tech Day

17 Desember 2016

BCA Tech Day terdiri dari 3 rangkaian acara yakni Tech Land, Tech Vation, dan Tech Talk. Melalui kegiatan Tech Land, mahasiswa dapat menambah wawasan mengenai inovasi teknologi, khususnya di bidang perbankan. Selanjutnya, mahasiswa ditantang untuk berkompetisi mendesain ide atau gagasan seputar mobile application dalam ajang Tech Vation. Pada kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 10 Desember 2016 tersebut delegasi mahasiswa DTETI berhasil meraih juara III dalam ajang Tech Vation.

Lihat selengkapnya

GADJAH MADA AEROSPACE TEAM KEMBALI BERPRESTASI DALAM KOMBAT-KOMURINDO 2016

14 November 2016

UGM kembali menorehkan prestasi melalui tim Gadjah Mada Aerospace Team (GMAT) yang telah mengikuti Kompetisi Muatan Roket Indonesia dan Roket Indonesia (Komurindo) dan Kompetisi Muatan Balon Atmosfer (Kombat) yang berlangsung pada 24 – 27 Agustus 2016 di Lanud TNI AU, Pameungpeuk, Garut Jawa Barat. Komurindo-Kombat merupakan kompetisi tahunan yang diselenggarakan oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN).

Tim GMAT berhasil menjuarai di ketiga kategori yang dilombakan. Di kategori muatan roket memperoleh penghargaan sebagai best idea, di kategori roket EDF (Electric Ducted Fan) memperolah penghargaan sebagai Juara 4 dan di kategori muatan balon atmosfer memperoleh penghargaan sebagai best design.

Berikut adalah Tim dari DTETI yang berpartisipasi dalam ajang Kombat-Komurindo 2016:

1. Juara Ide Terbaik Kategori Muatan Roket:
- Luthfan Nur Ubai (TI13)
- Edo Probolaksana A. (TE 13)
- Agung Fathurrahman (TE 14)
- Muhammad Iqbal Ardiansyah (TI 14)
- Agung Safrullah (TE 14)
- Zhafira Putri Hutami (TI 14)
2. Juara 4 Kategori Roket Electric Ducted Fan:
- Fahdy Nashatya (TE 13)
- M. Farhan Tandia (TE 14)
- Yonif Fafan I (TI 14)
- Shoddiq Jati P. (TI 13)
- Naufal I. Nasiri (TE 13)
- Dean Aldibra (TE 14)
3. Juara Desain Terbaik Kategori Muatan Balon Atmosfer:
- Luqman HA (TE 13)
- Meizar Raka (TI 14)
- Aria Rangga S. (TE 14)
- Rino Budi S. (TI 14)
- Faisal Hadi K. (TE 14)
- Hermawan Maulana (TE 13)
- Jonathan Darmawan (TE 13)

Lihat selengkapnya

Hermawan Hidayat ikuti program Hwawei seeds for the future

10 November 2016

Tanggal 8 hingga 22 Oktober 2016 Hermawan Hidayat salah satu mahasiswa DTETI FT UGM bersama 14 mahasiswa terbaik dari 11 Universitas terkemuka lainnya mengikuti program CSR global Huawei Seeds for the Future di Beijing dan Shenzhen, Tiongkok. Program ini bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi mahasiswa yang berkecimpung di sektor TIK agar dapat belajar dan mendapatkan pengalaman bekerja di kantor pusat Huawei di Tiongkok, serta serta mengenal budaya Tiongkok dan pengalaman bekerja antar budaya dalam suasana bisnis global.

Dalam program Seeds for the Future, para peserta mengikuti beragam aktivitas yang terbagi menjadi dua tahap kegiatan. Di tahap pertama, para mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk mempelajari budaya Tiongkok, termasuk mengikuti pelatihan dasar Bahasa Mandarin, kaligrafi, melukis, serta sesi pertukaran ide dengan murid lokal.

Kemudian pada tahap kedua, para mahasiswa mengikuti pelatihan mengenai inovasi teknologi terbaru di Kantor Pusat Huawei. Tidak hanya itu saja, mereka juga mendapat kesempatan untuk mengunjungi pabrik Huawei dan melihat secara langsung proses produksi perangkat terbaru melalui kegiatan di demo room milik Huawei.

Sumber: http://telko.id/7830/

Lihat selengkapnya

Interion Smarture, Alat Buka-Tutup Irigasi Sawah

22 Agustus 2016

Potensi Indonesia sebagai negara agraris tidak diragukan lagi. Namun, di sisi lain masih terdapat kendala dalam upaya pengembangan produktivitas pertanian. Di sektor tanaman padi, pengembangannya masih belum maksimal karena beberapa faktor. Salah satu faktor tersebut yaitu pada sistem pengairan yang kurang baik.

Sistem pengairan di Indonesia mayoritas masih menggunakan model tradisional, sehingga efektifitas distribusi air kedalam lahan persawahan masih rendah. Hal tersebut terlihat saat masa tanam tiba yaitu banyak petani berlomba-lomba mendapatkan air untuk dialirkan ke sawah mereka dengan cara apapun, seperti membuka air milik petani lainnya.

Kondisi inilah yang membuat mahasiswa UGM dari Sekolah Vokasi yang terdiri dari Khoerul Anam (Teknologi Jaringan), Novrizal Dwi Rozaq (Teknik Elektro), Riza Nurfaisal (Elektronika dan Instrumentasi), Stefani Galuh (Elektronika dan Instrumentasi), dan Shalahudin  Al Ayub (Teknologi Informasi) merancang Interion Smarture “Integrated Distribution Water for Smart Agriculture” .

“Alat ini dipergunakan sebagai solusi pendistribusian air sawah secara otomatis berbasis mikrokontroler dengan kombinasi teknologi IoT (Internet for Things),”tutur Anam, Rabu (1/6).

Menurut Anam karya yang dirancang melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) ini bertujuan untuk melakukan buka-tutup pintu arus air dari irigasi dan sumber air yang masuk kedalam sawah atau antar sawah menggunakan motor DC. Alat ini diatur secara otomatis dengan mikrokontroler, serta tambahan sensor ketinggian air dan kelembaban tanah di setiap sisi sawah serta sumber air.

Selain itu, sistem alat Interion Smarture ini juga dapat melakukan perintah kontrol dan monitoring jarak jauh menggunakan mobile apps. Hal tersebut memanfaatkan tren teknologi saat ini yang tengah berkembang ke arah IoT (internet for Things).

Sumber energi yang digunakan pada alat tersebut direncanakan berasal dari panel surya yang ditempatkan di area persawahan, sehingga tidak akan bergantung terhadap kebijakan energi,”imbuhnya.

Untuk saat ini, Interion Smarture dikembangkan dalam bentuk prototipe. Prototipe ini dibuat dengan memenuhi dan memperhatikan segala aspek, sehingga fungsi yang dihasilkan oleh prototipe akan sama dengan kondisi riil dari alat yang dibuat. Dengan hadirnya alat ini diharapkan dapat memberikan solusi dalam mengatasi distribusi pengairan persawahan yang lebih baik dan efisien (Humas UGM/Tri)

Lihat selengkapnya

Mahasiswa DTETI Raih Juara 1 Lomba PLC

22 Agustus 2016

Mahasiswa Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Aji Resindra dan Muhamad Randi Ritvaldi, yang juga menjadi perwakilan Badan Semi Otonom FEEDBACK, berhasil meraih Juara 1 pada lomba Pemrograman Programmable Logic Control yang diadakan oleh Politeknik Negeri Jakarta pada tanggal 30 Maret – 2 April 2016. 

Lomba tersebut merupakan rangkaian acara ETIME 2016 yang rutin diadakan setiap tahunnya. Lomba Programmable Logic Control tersebut diikuti sekiranya 60 tim dari universitas dan politeknik di seluruh Indonesia. Perlombaan terdiri dari tiga babak yaitu babak penyisihan, babak semifinal, dan babak final. Dalam setiap babak setiap tim diharuskan untuk menyelesaikan masalah yang diberikan oleh dewan juri dengan cara membuat suatu program ladder. 

Pada babak penyisihan, setiap kelompok diharuskan untuk menyelesaikan permasalahan mengenai mesin pencuci mobil otomatis. Pada babak semifinal setiap kelompok diharuskan untuk membuat suatu program yang mampu mengatur beban yang digunakan berdasarkan jumlah daya yang tersedia dan prioritas beban. Pada babak final, persoalan yang dihadapi masih sama seperti pada babak semifinal namun dengan prioritas beban yang berbeda. Tantangan lebih dari babak final ini, selain membuat program ladder, setiap tim juga harus membuat program untuk Human Machine Interface (HMI). Selain itu kedua program yang sudah dibuat tadi akan dijalankan pada sebuah PLC yang sudah disediakan untuk diujicoba langsung di hadapan dewan juri. Kedua mahasiswa yang menjadi perwakilan DTETI tersebut mampu melakukan semua tahapan lomba dengan baik hingga akhirnya meraih juara 1 dalam kontes ini.

Harapannya, mahasiswa DTETI UGM terus mengembangkan semangat berkreasi dan berkompetensi sehingga mampu menjadi mahasiswa yang berprestasi baik di sektor akademik maupun non akademik. 

Lihat selengkapnya

Mahasiswa DTETI Raih Juara 2 Islamic Apps Contest

22 Agustus 2016

Mahasiswa Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (DTETI FT UGM) kembali mengukir prestasi membanggakan di Islamic Apps Contest dengan meraih Juara 2. Kompetisi tersebut diselenggarakan pada 25-27 Maret 2016, di Universitas Brawijaya.


Lomba Islamic ICT Apps merupakan wadah mahasiswa untuk berkreasi membuat inovasi untuk memajukan peradaban islam, maka diusunglah tema Kemajuan Teknologi Informasi untuk Peradaban Islam. Final perlombaan ini dimeriahkan oleh 18 finalis dari berbagai universitas di Indonesia. Tim Teknologi Informasi DTETI FT UGM yang diwakili oleh Dwi Aji Kurniawan, Nurrahmat Pradeska, dan Rafika Amini berhasil mendapatkan juara II dengan karya Chimory, sebuah aplikasi permainan yang diperuntukkan bagi anak dan remaja sebagai sarana pembelajaran angka dan huruf hijaiyah.


Harapannya, aplikasi yang dikembangkan oleh mahasiswa DTETI FT UGM dapat memberi manfaat besar bagi penggunanya. Kami pun berharap, mahasiswa lain juga terpacu mengembangkan aplikasi yang bermanfaat sekaligus meraih berbagai penghargaan.

 

Lihat selengkapnya

Mahasiswa DTETI Tampil sebagai Jawara Lomba Inovasi Bulan K3

22 Agustus 2016

Mahasiswa UGM berhasil memenangkan Lomba Inovasi Bulan K3 Pertamina RU IV Cilacap pada 25 Februari 2016 lalu. Tim Peneliti Joss dari Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi Fakultas Teknik  (DTETI FT) UGM meraih juara 1 kategori mahasiswa dengan mengajukan model pengaturan intensitas cahaya lampu otomatis berbasis sensor cahaya alami.

Lomba Inovasi Bulan K3 diselenggarakan oleh Pertamina RU IV Cilacap dan diikuti 50 peserta yang berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa di Indonesia. Tim UGM yang terdiri dari Muhammad Hasan Habib, Handika Putra, dan Irfan Joyokusumo dari DTETI FT berhasil menyisihkan 24 tim lainnya dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Beberapa perguruan tinggi tersebut diantaranya Institut Teknologi Bandung, Universitas Sumatera Utara, Universitas Jendral Soedirman, Universitas Negeri Malang, dan Universitas Airlangga.

Ketua Tim Joss UGM, M. Hasan Habib, mengatakan dalam kategori mahasiswa lomba kali ini diikuti sebanyak 25 tim dari sejumlah perguruan tinggi di Indonesia. Selanjutnya, dipilih delapan besar yang dinyatakan lolos untuk presentasi dalam babak final di Cilacap.

“Saat final kami mempresentasikan dan melakukan demo model pengaturan intensitas cahaya lampu otomatis berbasis sensor cahaya alami (Wi-LLC). Alhamdulillah dinyatakan sebagai yang terbaik,” tuturnya, Rabu (2/3) di DTETI FT UGM.

Model pengaturan intensitas cahaya lampu otomatis berbasis sensor cahaya alami yang dikembangkan Tim Peneliti Joss UGM ini dinamai Wireless Light Luxs Controller (Wi-LLC). Program ini dikembangkan untuk mengurangi konsumsi energi listrik dengan memanfaatkan cahaya alami.

“Sekitar 9-20 persen konsumsi energi di Indonesia belum optimal terutama di sektor pencahayaan. Hal itu mendorong kami untuk mencari solusi atas persoalan tersebut,” jelas Habib.

Setelah itu, mereka kemudian berupaya memanfaatkan cahaya alami dari sinar matahari untuk mereduksi penggunaan energi listrik. Dengan Wi-LLC ini nantinya satuan tingkat pencahayaan (luxs) pada lampu konvensional dapat direduksi oleh tambahan luxs cahaya alami.

“Memanfaatkan cahaya alami untuk mengurangi pemakaian energi listrik. Model seperti ini yang tengah kami kembangkan,” imbuh Handika Putra.

Handika menjelaskan Wi-LLC tersusun dari tiga komponen utama. Komponen tersebut adalah lampu LED, main controller, dan sensor cahaya wireless. Alat akan bekerja saat cahaya alami masuk ke dalam ruangan sehingga sensor akan menangkap rangsang cahaya tersebut. Selanjutnya, sensor akan mengirimkan data pada main controller secara wireless. Kemudian main controller akan mengidentifikasi kuantitas cahaya alami yang diterima oleh sensor. Setelah itu, akan diolah dalam main controller. Hasilnya akan digunakan untuk mengendalikan lampu agar luxs yang dikeluarkan lampu berkurang sebesar luxs cahaya alami yang masuk.

“Misal ada cahaya alami masuk ruangan sebesar 20 persen, maka jumlah tersebut akan berkontribusi mengurangi kerja lampu hingga 20 persen. Jadi, kerja lampu hanya 80 persen saja,” paparnya.

Model Wi-LLC ini telah dilirik oleh Pertamina RU IV Cilacap. Oleh karena itu, Habib dan kawan-kawan terus melakukan riset untuk mewujudkan produk Wi-LLC yang teruji secara laboratorium dan juga berlisensi.

“Saat ini kami fokus riset untuk menjadikan produk ini. Harapannya bisa jadi tahun ini juga,” tambah Irfan Joyokusumo.

Irfan mengatakan kedepan mereka akan menambahkan beberapa grup lampu terkendali dalam alat ini. Selain itu, juga akan meningkatkan kehandalan sensor cahaya wireless.

“Nantinya kami juga akan tambahkan fasilitas penyimpan data yang membantu pengguna memantau perkembangan energi yang bisa direduksi,”ujarnya. (Humas UGM/Ika)

Lihat selengkapnya